Konsep partisi hardisk adalah hal yang sangat penting
untuk di pahami sebelum kita menginstal sistem operasi kedalam komputer atau
laptop. Karena jika kita melakukan suatu kesalahan maka resikonya adalah kita
akan kehilangan semua data-data yang ada di hardisk pada saat menginstal
(terhapus, terformat, tertimpa dsb).
Pada kesempatan kali ini saya akan
berbagi mengenai konsep partisi hardisk di Linux. Sebelumnya saya akan
menjelaskan tentang konsep dasar partisi hardisk terlebih dahulu
Partisi dapat dikatakan
sebagai bagian atau daerah dari suatu memori atau media penyimpanan lain
(hardisk dsb) yang terpisah-pisah secara logis dan berfungsi seolah-olah bagian
itu terpisah secara fisik.
Contoh : Hardisk yang di partisi menjadi 2 dengan
label C dan D atau A dan Z akan terlihat seolah-olah terdapat dua media
penyimpanan berbeda, karena mereka tidak saling mempengaruhi satu sama lain. Namun
sebenarnya C dan D atau A dan Z itu tidak terpisah secara fisik dan masih
terdapat dalam 1 cakram (hardisk).
Dengan partisi hardisk kita bisa menginstal lebih dari
dua sistem operasi dalam sebuah komputer. Partisi dilakukan untuk dapat
memudahkan saat melakukan perbaikan. Misalkan ada salah satu partisi yang
rusak, maka kita hanya perlu memperbaiki partisi tersebut, karena partisi yang
lain tidak terpengaruhi. Partisi juga dapat mempercepat akses ke hardisk.
Susunan Partisi
Untuk mempartisi hardisk, kita memang bebas menentukan
berapapun jumlah partisi yang akan kita buat namun ada aturan yang harus di
pahami.
Partisi di bagi menjadi tiga jenis yaitu Primary,
Extended dan Logical
1.
Primary : Partisi jenis ini maksimal ada 4
buah dalam satu hardisk. Jika dalam hardisk juga ada partisi Extended, maka
partisi Primary maksimal ada 3 buah.
Dalam prakteknya, kita cukup membutuhkan satu partisi Primary. Namun jika kita ingin menginstal banyak sistem operasi dalam satu hardisk, dibutuhkan lebih dari satu partisi Primary. Hal tersebut berlaku untuk OS yang hanya bisa booting dari partisi Primary, seperti DOS, WIn 3.x dan Win 9x. Sedangkan untuk OS lain seperti Win NT, Win Xp, Win Vista, WIn 7, LINUX, OS2, bisa booting dari jenis partisi Logical.
Dalam prakteknya, kita cukup membutuhkan satu partisi Primary. Namun jika kita ingin menginstal banyak sistem operasi dalam satu hardisk, dibutuhkan lebih dari satu partisi Primary. Hal tersebut berlaku untuk OS yang hanya bisa booting dari partisi Primary, seperti DOS, WIn 3.x dan Win 9x. Sedangkan untuk OS lain seperti Win NT, Win Xp, Win Vista, WIn 7, LINUX, OS2, bisa booting dari jenis partisi Logical.
2.
Extended : Untuk jenis partisi ini hanya
terdapat satu dalam satu hardisk, digunakan untuk menampung partisi Logical.
Seperti diketahui dalam satu hardisk dibatasi hanya ada 4 Primary, maka untuk
menciptakan partis lebih banyak, partisi Extended dapat dimanfaatkan. Partisi ini
tidak dapat menampung data, hanya digunakan untuk menampung partisi Logical.
Dengan kata lain, partisi Extended adalah partisi Primary yang digunakan untuk menampung partisi Logical.
Dengan kata lain, partisi Extended adalah partisi Primary yang digunakan untuk menampung partisi Logical.
3.
Logical : Partisi jenis ini tidak dapat
berdiri sendiri. Dia dan teman-temannya harus berada dalam partisi Extended.
Jadi jika akan dibuat lebih dari 4 partisi, harus dibuat satu partisi Extended
dan partisi Logical sejumlah yang dibutuhkan.
Perhatikan contoh susunan partisi berikut :
Hardisk yang dipartisi menjadi 4 partisi primary,
tidak dapat di partisi lagi
Hardisk dengan 3 Partisi Primary, 1 Partisi Extended
yang berisi 3 Partisi Logical
Susunan partisi di atas hanya sebagai contoh, pada
prakteknya susunan partisi bisa sangat beragam tergantung kepada keinginan dan
kebutuhan penggunanya, saya sendiri mempartisi hardisk saya menjadi 2 partisi
primary dan 1 partisi extended yang berisi partisi-partisi logical yang mulai
berantakan :p
Perhatikan gambar pertama, pada susunan partisi
seperti itu hardisk tidak dapat di partisi lagi karena sudah terdapat partisi
primary dalam jumlah maksimal yaitu 4
Pada gambar kedua terdapat 3 partisi primary, hardisk
bisa di partisi lebih banyak lagi dengan syarat menambahkan 1 partisi extended.
Partisi extended ini selanjutnya dapat di bagi menjadi partisi-partisi logical
dengan jumlah tak terbatas.
Well, semoga penjelasan singkat saya di atas bisa di
pahami.
Selanjutnya mari kita bahas mengenai konsep partisi
hardisk di Linux
Sebenarnya Linux hanya memerlukan minimal 2 partisi
untuk dapat di instal ke dalam komputer, yaitu:
1.Root (/) merupakan partisi utama yang akan di akses (mount) sebagai
filesystem di linux, yang merupakan direktori paling atas pada sistem operasi
linux
2.Swap merupakan partisi yang akan di akses sebagi virtual memori, yang
biasanya berukuran 2 kali dari kapasitas RAM
Setelah dua partisi diatas anda dapat menambahkan
partisi-partisi lain misalnya untuk penyimpanan data di buat partisi /home dan
sebagainya.
Adapun penamaan device harddisk yang terpasang adalah
sebagai berikut :
|
Jenis
Harddisk
ATA
SATA
SCSI
|
Penamaan
/dev/hda
(primary master)
/dev/hdb
(primary slave)
/dev/hdc
(secondary master)
/dev/hdd
(secondary slave)
/dev/hde
/dev/hdf
/dev/hdg
dan
seterusnya
/dev/sda
/dev/sdb
/dev/sdc
dan
seterusnya
|
|
Flashdisk
|
/dev/sda
/dev/sdb
/dev/sdc
dan
seterusnya
|
Biasanya dalam suatu device yang terpasang akan
bernama /dev/hda1. Nomor 1 yang terdapat pada device tersebut menunjukkan
partisinya. Nomor-nomor tersebut berhubungan dengan jenis partisi harddisk yang
terdiri atas 3 macam, yaitu primary, extended, dan logical.
1. Partisi primary adalah partisi nomor 1 sampai 4 yang tidak dijadikan
extended. Contohnya adalah /dev/hda1, /dev/hda2, /dev/hda3, dan /dev/hda4.
2. Partisi extended adalah partisi nomor 1 sampai 4 yang akan dijadikan
logical. Anda tidak bisa menggunakan partisi extended sebelum dijadikan
logical.
3. Partisi logical adalah partisi nomor 5 ke atas yang merupakan pengembangan
dari partisi extended.
Saya rasa cukup dulu untuk kali ini, semoga anda bisa
memahami penjelasan-penjelasan sederhana saya di atas. Mungkin pada posting
selanjutnya saya akan menjelaskan tentang pembagian partisi hardisk menggunakan
GParted sekaligus menjelaskan sedikit tentang filesystem di Linux.
Semoga Bermanfaat … !




Post a Comment